Delete this element to display blogger navbar

Lagak Artis Nge-Drugs, Berakhir Dipenjara atau Dikuburan

Lagak artis Nge-drugs, melakukan pergaulan bebas dan tabiat buruk lainnya sesungguhnya menjadi pusat perhatian banyak remaja. Tindak tanduk ala artis kerap diikuti remaja tanpa lagi di pikir lagi apakah itu contoh yang baik atau buruk. Bahkan ada lirik lagu yang menyentil gaya hidup kekinian "Yang Muda Mabuk, yang Tua Korup...."
Nampaknya zaman sekarang memang didesain agar remaja meninggalkan masjid dan lebih mengikuti gaya liberal ala artis dan pemain band yang kerap memberikan contoh yang melanggar aturan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Nabi Muhammad Shallahu Alayhi Wa Salam. Tanpa kita sadari Yahudi menyebarkan paham-paham palsu dan membiasakan dimasyarakat dengan gaya hidup yang dekat dengan narkoba, minuman keras, tattoo, zina dan berani melawan Islam.
Grand Desain ala Yahudi Freemasonry & Rotary Club juga dibuat agar umat islam membenci agamanya sendiri meski berani melafalkan dan berulang-ulang mengucapkan dua kalimat syahadat.Tapi sayang tak sampai ke dasar hati dan imannya karena beragam maksiat yang dilakukannya
Kemewahan, popularitas yang dikejar dan persaingan ala hollywood memang telah menjadi warna wajib dalam usaha bisnis selebritis ini, mereka berusaha mencapai puncak dengan jalan apapun termasuk menjual dirinya ataupun mempertahankan ketahanan fisiknya dengan menggunakan shabu-shabu dan putaw.  Tak jarang  mereka setelah konser dan syuting menggelar pesta mabuk-mabukan atau menggunakan narkoba seperti yang baru saja ramai diberitakan, yaitu Penggebuk drum Padi, artis Iyut Bing Slamet dan seluruh personil Kangen Band yang tertangkap tangan sedang "ngegele" ganja.
Kita perlu tau apa alasan orang yang menggunakan narkoba lalu apa solusinya, pada dasarnya berasal dari dirinya sendiri dan sebagian karena lingkungan, berikut beberapa alasan yang mendorong orang menggunakan Narkoba dan Zat Adiktif :
1. Ingin Terlihat Gaya & Gaul
Zat adiktif / napza jenis tertentu ada yang membuat pemakainya merasa lebih berani, keren, percaya diri, kreatif, santai, dan lain sebagainya.
Efek palsu ini membuat persepsi palsu di otaknya agar disebut gaul oleh golongan, padahal ini adalah halusinasi bisikan setan dan cermin tipisnya iman Islam seseorang. Menjadi diri sendiri dan percaya pada jalan hidup Islam lebih pasti selamat dunia dan akherat dan bebas dari intaian polisi lho...
2. Solidaritas Ganks, Kelompok & Ikut-ikutan
Suatu kelompok orang yang mempunyai tingkat kekerabatan yang tinggi antar anggota biasanya memiliki nilai solidaritas yang tinggi. Celakanya jika ketua atau beberapa anggota kelompok yang berpengaruh pada kelompok itu menggunakan narkotika, maka anggota yang lain baik secara terpaksa atau sukarela akan ikut menggunakan narkotika itu agar merasa seperti keluarga senasib sepenanggungan.
Tahukan ungkapan Say No to Drugs, ga zaman hari gini mabuk, mau ikutan ketua kelompok masuk penjara juga dan neraka? Makanya buruan cabut dan banyak-banyak istigfar sama Allah agar memperoleh teman pengganti yang lebih baik dan tentu membahagiakan orang tua kita...
3. Menghilangkan Rasa Sakit, Menyelesaikan Masalah Dan Melupakan Beban Stress dan Kebosanan
Seseorang yang memiliki suatu penyakit atau kelainan yang dapat menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan dapat membuat orang jadi tertarik jalan pintas untuk mengobati sakit yang dideritanya yaitu dengan menggunakan obat-obatan dan zat terlarang. Kasus lain orang yang dirudung banyak nya ujian dari Allah berupa masalah dalam kehidupan dan ingin lari dari masalah, namun karena bingung dan tak tau apa solusinya ia lalu terjerumus dalam penggunaan narkoba atau zat adiktif agar dapat tidur nyenyak, mabok, atau jadi gembira ria. Padahal itu hanya ilusi, masalah bukannya hilang, justru menambah masalah baru lagi menjadi lebih kompleks
Pikirkan sebelum mencobanya, sakit dan sehat sesungguhnya datang dari Allah atas sikap perilaku kita, sakit hanyalah cara Allah untuk menegur kita dan menjadi media penghapus dosa kita yang telah lalu... Cara Islam hebat bukan? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim) Inilah dua pilar iman Islam...
4. Merasa Penasaran & Ingin Tahu
Banyak remaja yang merasa tertarik dan memiliki rasa ingin tahu yang kuat untuk mencicipi narkoba. Jika iman tidak kuat dan dikalahkan oleh nafsu bisikan setan, maka seseorang dapat mencoba ingin mengetahui efek dari zat terlarang.
Tanpa disadari apa yang diinginkan orang yang sudah terkena zat terlarang itu akan memberikan rasa ketagihan dan sekali kawan-kawan mencobanya, jangan harap bisa berhenti dalam waktu sekejap. Pikirkanlah bahwa tubuh kita ini dipinjamkan oleh Allah agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah, membahagiakan orang tua dan bersabar agar bisa menuju jalan Para Nabi.
5. Menonjolkan Sisi Pemberontakan & Merasa Hebat
Seseorang yang bandel, nakal atau jahat umumnya ingin dilihat oleh orang lain sebagai sosok yang ditakuti agar segala keinginannya dapat terpenuhi. Narkoba memberikan efek halusinasi yang seakan membantu membentuk sikap serta perilaku yang tidak umum dan bersifat memberontak dari tatanan yang sudah ada. Pemakai yang ingin dianggap hebat oleh kawan-kawannya pun dapat terjerembab pada zat terlarang.
Itulah tipu daya syaitan, Allah berfirman; “..dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.” (an-Nas:4-6)
6. Mencari Tantangan & Merasa Dewasa
Bagi orang-orang yang senang dengan kegiatan yang memiliki resiko tinggi dalam menjalankan aksinya ada yang menggunakan obat terlarang agar bisa menjadi yang terhebat, penuh tenaga dan penuh percaya diri. Pemakai zat terlarang yang masih muda terkadang ingin dianggap dewasa dan dengan menjadi dewasa seolah-olah orang itu dapat bertindak semaunya sendiri, merasa sudah matang, bebas orangtua, bebas guru, dan lain-lain.


Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru. Dalam kehidupan 2 pilar iman terkadang perlu kita perhatikan, ketika mendapat ujian kita bersabar dan ketika sedang bahagia kita lantas bersyukur mala itu sangat baik baginya.
Allah berfirman  "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (Surat Ath Thalaq ayat 2-3)
Inilah akibat jauh dari Allah dan melegalkan apa yang telah Allah haramkan, batu sandungan akan siap mengintai kapan saja, baik penjara, hukuman dari masyarakat dan keluarga atau bahkan kematian.(desvan2/voa-islam)

share on facebook

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More
Design by Kumpul Berita