Delete this element to display blogger navbar

Dugaan Malpraktik, Balita Koma Seminggu

Muhammad Juni, Balita berumur 1,8 tahun sudah seminggu koma di Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru, Riau. Ia diduga korban malpraktek akibat kesalahan pemasangan pipa di kepala.

Orang tua Muhammad Juni, Andri menjelaskan, awalnya anaknya demam panas. Lalu ia membawa anaknya berobat ke Ibnu Sina. Di rumah sakit itu, anaknya discanning. "Lalu keesokannya dokter bilang anak saya harus dioperasi karena ada kelebihan cairan di kepala," kata Andri menceritakan kronologinya kepada wartawan di RS Ibnu Sina, Senin 14 Maret 2011.

Operasi pertama berjalan lancar. Satu jam sesudah operasi anaknya sadar, dan setelah dirawat satu minggu ia diperbolehkan membawa anaknya pulang ke rumah.

Namun tak sampai sebulan setelah itu, anaknya mengalami kejang-kejang. Kondisi ini membuat ia prihatin dan takut. Lalu ia kembali membawa anaknya berobat ke RS Ibnu Sina. "Setelah dari Ibnu Sina kondisinya sempat baik. Namun empat hari kemudian ia kembali kejang-kejang," ungkapnya.

Oleh dokter, lanjut Andri, anaknya discanning lagi. Dokter lalu mengatakan anaknya harus kembali dioperasi. Namun ketika ditanya mengenai penyakit anaknya, dokter tidak mau memberikan penjelasan. Setelah berdebat dan didesak akhirnya dikatakan bahwa operasi untuk perbaikan pipa didalam kepala. Alasan ini tidak bisa diterima Andri. Perbaikan pipa menurutnya kesalahan dokter. Ia menolak membayar biaya operasi kedua sebesar Rp15 juta.

"Berarti itukan kesalahan dari dokter makanya dilakukan perbaikan lagi. Saya sendiri tidak punya uang untuk membayarnya," akunya.

Namun demikian operasi kedua akhirnya dilakukan juga. Namun setelah menjalani operasi kedua itu, sang bayi tak sadarkan diri. "Sekarang sudah hampir satu minggu anak saya tidak sadar," katanya.

Menanggapi hal ini, pihak RS Ibnu Sina belum bersedia memberikan penjelasan detil. Kepala Humas RS Ibnu Sina, Karti Utami Dewi ketika enggan memberikan keterangan. "Soal operasi, itu masalah medis. Saya tidak berwenang memberikan penjelasan. Yang berwenang adalah dokter," katanya.

Namun ia tidak bisa memastikan kapan dokter yang mengoperasi Muhammad Juni bisa memberikan keterangan. "Nanti saya tanya dokter dulu . Itu wewenang dokter," katanya.
Laporan: Ali Zumar| Riau

share on facebook

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More
Design by Kumpul Berita